Penjualan Daihatsu Menguat

Penjualan Daihatsu Menguat, Tembus 12.300 Unit Di April 2026

Penjualan Daihatsu Menguat Dan Berhasil Mencatatkan Performa Penjualan Yang Cukup Impresif Sepanjang April 2026. Penjualan retail Daihatsu tercatat mencapai 12.300 unit, mengalami peningkatan di banding bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan kendaraan di pasar domestik masih tetap kuat, terutama untuk segmen mobil keluarga dan kendaraan niaga. Kinerja positif ini juga memperlihatkan bahwa strategi Daihatsu dalam menghadirkan kendaraan yang efisien dan terjangkau masih sangat relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Penjualan Daihatsu Menguat Naik 11 Persen

Berdasarkan data yang di rilis ADM, penjualan retail Daihatsu pada April 2026 naik sekitar 11 persen di bandingkan Maret 2026 yang berada di angka 11.115 unit. Tidak hanya itu, secara tahunan penjualan juga meningkat sekitar 25 persen di bandingkan April 2025 yang mencatatkan 9.801 unit.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia mulai bergerak lebih stabil setelah beberapa waktu mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi dan perubahan tren kendaraan. Daihatsu di nilai mampu menjaga momentum berkat kombinasi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat serta jaringan layanan yang luas.

Konsumen Indonesia masih menempatkan efisiensi bahan bakar, harga terjangkau, dan biaya perawatan rendah sebagai pertimbangan utama dalam membeli kendaraan. Faktor inilah yang membuat lini produk Daihatsu tetap kompetitif di pasar nasional.

LCGC Tetap Jadi Andalan

Segmen kendaraan penumpang menjadi salah satu penyumbang utama penjualan Daihatsu. Sepanjang April 2026, Daihatsu mencatatkan penjualan kendaraan penumpang sebanyak 5.879 unit atau sekitar 48 persen dari total penjualan retail. Model Low Cost Green Car (LCGC) seperti Sigra dan Ayla masih menjadi tulang punggung penjualan. Kedua model tersebut berhasil mencatatkan total penjualan 3.627 unit atau sekitar 30 persen dari total penjualan Daihatsu pada April 2026.

Popularitas Sigra dan Ayla tidak lepas dari karakter kendaraan yang cocok untuk kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Selain hemat bahan bakar, mobil ini juga menawarkan harga yang relatif terjangkau dengan biaya operasional yang rendah. Bagi keluarga muda maupun pembeli mobil pertama, kendaraan LCGC masih menjadi pilihan rasional. Apalagi Daihatsu menyediakan berbagai varian mesin dan fitur yang mampu menyesuaikan kebutuhan konsumen dari berbagai kalangan.

Daihatsu Terios Masih Di minati

Menariknya, model SUV Daihatsu Terios juga masih menunjukkan performa penjualan yang cukup baik. Pada April 2026, Terios mencatatkan penjualan sebanyak 1.154 unit. Meski tergolong model yang sudah cukup lama hadir di pasar, Terios tetap di minati karena di kenal memiliki desain tangguh dan kemampuan yang cocok untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Mobil ini juga menjadi pilihan konsumen yang menginginkan SUV keluarga dengan kapasitas penumpang besar.

Gran Max Jadi Tulang Punggung Segmen Komersial

Selain kendaraan penumpang, Daihatsu juga mencatatkan performa kuat di segmen kendaraan komersial. Gran Max Series menjadi kontributor terbesar dengan total penjualan mencapai 6.421 unit atau sekitar 52 persen dari total penjualan Daihatsu. Dari angka tersebut, Gran Max Pick Up menyumbang 4.355 unit, sementara Gran Max Minibus dan Blind Van mencatatkan 2.066 unit.

Strategi Daihatsu Menjaga Momentum

Keberhasilan Daihatsu mempertahankan pertumbuhan penjualan tidak lepas dari strategi perusahaan dalam memahami kebutuhan pasar. Selain menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, Daihatsu juga terus memperkuat layanan purnajual dan jaringan dealer di berbagai daerah. ADM juga menghadirkan berbagai program penjualan menarik untuk mempermudah konsumen memiliki kendaraan baru. Mulai dari promo kredit ringan, program tukar tambah, hingga layanan servis yang semakin mudah di jangkau.

Pasar Otomotif 2026 Diprediksi Semakin Kompetitif

Memasuki pertengahan 2026, persaingan pasar otomotif diprediksi akan semakin ketat. Kehadiran berbagai merek baru, termasuk kendaraan listrik dan hybrid dari produsen global, menjadi tantangan tersendiri bagi pabrikan Jepang seperti Daihatsu.